Proposal


EKSPERIMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE DAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KARTASURA

BAB  1

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Menurut E. Mulyasa (2002 : 32), pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental maupun social dalam proses pembelajaran, disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan rasa percaya pada diri sendiri. Berdasarkan hal tersebut diatas, upaya guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa sangatlah penting, sebab keaktifan belajar siswa menjadi penentu bagi keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan.

Menurut Dimyati (2002 : 119) keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, berpikir kritis, dan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Keaktifan belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kartasura masih rendah. Hasil observasi menunjukkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kartasura Kelas VII dari 15 siswa laki-laki yang aktif 5. Dan dari 20 siswa perempuan yang aktif hanya 4 siswa.

Rendahnya keaktifan belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa factor. Antara lain dari guru, siswa, sarana dan prasarana sekolah, dan factor lingkungan. Guru yang menggunakan teknik mengajar dan penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat akan menyebabkan siswa tidak dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi yang disampaikan. Adapun metode pembelajaran matematika yang umumnya digunakan oleh guru adalah metode konvensional yang mengandalkan ceramah dan alat bantu papan tulis. Sehingga metode konvensional yang digunakan pada saat pengajaran menitik beratkan pada keaktifan guru, bukan keaktifan siswa. Sehingga dalam proses pembelajaran menyebabkan siswa kurang aktif dan cenderung hanya mendengarkan atau memperhatikan guru tanpa ada tindakan aktif dari siswa. Dominasi guru dalam proses pembelajaran yang masih tinggi serta kurangnya motivasi yang diberikan kepada siswa juga merupakan faktor yang menyebabkan rendahnya keaktifan siswa.

Siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kartasura dalam pembelajaran matematika pada umumnya menganggap pelajaran matematika sebagai pelajaran yanag sulit dan membosankan untuk dipelajari.  Banyaknya pandangan siswa yang menganggap pelajaran matematika sebagai momok yang masih banyak ditemui atau didapatkan, pandangan seperti ini mengakibatkan siswa kurang aktif dan prestasi belajarnya kurang memuaskan. Siswa yang merasakan matematika sebagai momok ini  mungkin disebabkan oleh beberapa hal, seperti penyampaian materi yang kurang menarik, disamping pengelolaan kelas yang kurang terprogram yang menjadikan siswa tidak berkonsentrasi dalam menerima pengajaran.

Media pembelajaran diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara dalam terjadinya pembelajaran. Dalam pembelajaran konvensional guru cenderung menguasai komunikasi yang searah yaitu dari guru ke siswa, dan hampir tidak terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, penggunaan medianya banyak didominasi oleh guru. Umumnya hanya sebagian kecil dari jumlah siswa yang memanfaatkan media tersebut. Kurangnya penempatan media yang terdapat dalam kelas dapat menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar yang menyebabkan rendahnya keaktifan  yang berpengaruh pada prestasi belajar siswa.

Faktor lain dari penyebab masalah tersebut adalah dari lingkungan sekitar siswa. Kurangnya perhatian dari orang tua terhadap siswa menyebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Orang tua yang cenderung tidak mempedulikan proses pembelajaran dirumah.

Dari beberapa strategi yang diuraikan kemungkinan penyebab masalah telah diuraikan diatas, peneliti dan guru kelas sepakat bahwa penyebab yang paling dominan adalah kualitas atau kondisi pembelajaran yang kurang mendorong atau mendukung siswa untuk aktif. Kemudian akar penyebab masalah tersebut disepakati bahwa penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan monoton sehingga pembelajaran cenderung satu arah dan kurang demokratis, guru tidak mengaitkan materi ajar dengan kehidupan sehari-hari dan pemanfaatan sumber belajar dan alat peraga yang kurang optimal.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, maka guru harus mencari alternative solusi yang tepat untuk mencari strategi pembelajaran yang tepat yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Peneliti menawarkan strategi everyone is teacher here dan student facilitator and explaining. Strategi everyone is teacher atau semua jadi guru sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan individual. Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya. Melalui strategi ini siswa mau tidak mau ikut serta dalam pembelajaran aktif. Sedangkan strategi student facilitator and explaining adalah model strategi pembelajaran dimana siswa mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan didiknya. Model pembelajaran ini melatih siswa berbicara dan menyampaikan ide atau gagasan pendapatnya sendiri.

Melalui kedua strategi pembelajaran tersebut dapat diterapkan agar kemampuan keaktifan siswa dapat meningkat sehingga akan berpengaruh pada prestasi belajarnya. Kedua strategi pembelajaran tersebut sama – sama memberikan solusi atas kurangnya keaktifan yang akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Kartasura.

B.      Identifikasi Masalah

  1. Sebagian besar siswa mempunyai sebuah pandangan bahwa matematika sebagai momok yang menakutkan yang memungkinkan akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
  2. Metode pengajaran yang digunakan konvensional belum sesuai dan tepat yang memungkinkan kedudukan dan fungsi guru lebih dominan.
  3. Rendahnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran matematika.

C.    Pembatasan Masalah

  1. Stategi pembelajaran dalam penelitian ini dibatasi pada strategi  pembelajaran everyone is teacher here pada kelompok eksperimen pertama dan student facilitator and explaining pada kelompok belajar kedua.
  2. Keaktifan belajar matematika siswa, keaktifan siswa dalam belajar mengajar dikhususkan pada kesempatan siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan tugas dan latihan serta membahas soal bersama-sama dan mengoreksi secara bersama-sama.
  3. Prestasi belajar matematika siswa pada penelitian ini dibatasi pada prestasi belajar salah satu pokok bahasan matematika semester genap.

D.    Rumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining terhadap prestasi belajar matematika?
  2. Apakah ada pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika?
  3. Apakah ada interaksi antara strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining dengan keaktifan belajar siswa  terhadap prestasi belajar matematika?

E.     Tujuan

  1. Mengetahui pengaruh strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining terhadap prestasi belajar matematika.
  2. Mengetahui pengaruh keaktifan belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika.
  3. Mengetahui adanya interaksi antara strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining dengan keaktifan belajar siswa  terhadap prestasi belajar matematika.

F.      Manfaat

  1. Manfaat teoritis

Secara teoritis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut :

  1. Sebagai pijakan untuk mengembangkan penelitian-penelitian yang menggunakan strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining.
  2. Memberikan gambaran yang jelas bagi guru tentang strategi pembelajaran  everyone is teacher here dan student facilitator and explaining dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  3. Manfaat praktis
    1. Bagi siswa peneliti dapat memberikan informasi tentang pentingnya keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
    2. Bagi guru memberikan masukan dalam memperluas pengetahuan dan wawasan tentang strategi pembelajaran.
    3. Bagi sekolah memberikan sumbangan dalam rangka perbaikan metode pembelajaran matematika.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

A.    Kajian Teori
1. Prestasi Belajar Matematika

Menurut Abu Ahmadi (2004: 138), prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai factor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (factor internal) maupun dari luar diri (factor eksternal) individu.

Menurut Tirtonegoro (2001: 43), prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil pengukuran terhadap peserta didik yang dipengaruhi oleh factor internal dan factor eksternal.

2.  Strategi pembelajaran Everyone is teacher here

Menurut Hisyam Zaini (2008: 60), Strategi Everyone is teacher here atau “setiap orang adalah guru” merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan maupun individual. Strategi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya. Langkah-langkah strategi pembelajaran everyone is teacher here :

  1. Siswa mendiskusikan materi sesuai topic.
  2. Siswa menyiapkan kertas untuk menulis pertanyaan.
  3. Siswa mengumpulkan kertas kemudian masing-masing siswa mengambil kertas secara acak.
  4. Siswa secara sukarela menjawab pertanyaan yang didapat dari kertas.
  5. Siswa yang lain menanggapi jawaban dari masing-masing siswa.
  6. Lanjutkan dengan system sukarela bergantian berikutnya
  7. Strategi pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Menurut Warock (2008: 6) metode student facilitator and explaining merupakan suatu metode dimana siswa atau peserta didik mempresentasikan idea tau pendapat pada siswa lainnya.

Langkah-langkah pembelajaran student facilitator and explaining :

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru mendemonstrasikan atau menyajikan materi
  3. Memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik untuk menjelaskan kepada siswa lainnya baik melalui bagan atau peta konsep maupun yang lain
  4. Guru menyimpulkan idea tau pendapat dari siswa
  5. Guru menjelaskan semua materi yang disajikan pada saat itu
  6. Penutup
  7. Keaktifan

Keaktifan siswa adalah sejauh mana siswa berperan serta dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran matematika dalam kelas. Keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam :

1)      Turut serta dalam melaksanakan proses belajarnya.

2)      Terlibat dalam melaksanakan tugas belajarnya.

3)      Bertanya kepada siswa lain atrau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapi.

4)      Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah.

5)      Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal.

6)      Menilai kemampuan dirinya dari hasil-hasil yang diperoleh.

7)      Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya (Conny R. S, 2008 : 135).

3. Penerapan strategi everyone is teacher here dalam pembelajaran matematika pokok bahasan himpunan.

Langkah-langkah penerapan pembelajaran himpunan dengan strategi everyone is teacher here yaitu :

  1. Siswa mendiskusikan materi himpunan

Berikut adalah materi dan penyelesaian soal yang didiskusikan oleh siswa.

1)   Definisi himpunan

Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas.

Contoh : A= Kumpulan hewan berkaki dua

2)   Anggota himpunan

Setiap benda tau objek yang berada dalam suatu himpunan desebut anggota atau elemen dari himpunan itu dan dinotasikan dengan . Adapun benda yang atau objek yang tidak termasuk dalam suatu himpunan dikatakan bukan anggota himpunan dan dinotasikan dengan .

3)   Banyaknya anggota himpunan.

Banyaknya anggota himpunan dinyatakan dengan “n” sedang untuk menyatakan banyaknya amggota himpunan A adalah n(A).

4)   Menyatakan suatu himpunan

a)   Dengan kata-kata

Contoh : P adalah himpunan bilangan prima antara 10 dan 40

Ditulis

b)   Dengan notasi pembentuk himpunan

Contoh : . Dengan notasi pembentuk himpunan, ditulis

c)   Dengan mendaftar anggota-anggotanyaContoh :

  1. Siswa menyiapkan kertas untuk menulis satu pertanyaan sesuai dengan materi himpunan.
  2. Siswa menyiapkan kertas kemudian masing-masing siswa mengambil secara acak.
  3. Siswa secara sukarela bergantian menjawab pertanyaan dari kertas yang mereka dapatkan.
  4. Siswa yang lain menanggapi jawaban masing-masing siswa.
  5. Lanjutkan dengan system sukarela bergantian berikutnya.

B.     Kajian Pustaka   

Hasil penelitian Nur Aini Anisa (2011) menyimpulkan bahwa ada pengaruh indeks keaktifan belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika, dengan nilai taraf signifikansi 0,000<0,005.

Hasil penelitian Rochayati (2007) menyimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar ditinjau dari perbedaan penggunaan metode pembelajaran, hasil belajar siswa yang menggunakan teknik pembelajaran quantum teaching dan quantum learning lebih baik jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Hasil penelitan Anggraeni Pramesti (2010) menyimpulkan penerapan srtategi everyone is teacher here menambah variasi dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat mengurangi dominasi guru.

Hasil penelitian Musriah (2009) menyimpulkan penerapan strategi student facilitator and explaining dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa.

Hasil penelitian Kusmiati Dwi Heni (2010) menyimpulkan adanya pengaruh metode reciprocal teaching, student facilitator and explaining, dan konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, menunjukkan bahwa pemberian tindakan–tindakan pembelajaran yang sesuai dapat membentu siswa dalam keberhasilan belajarnya. Sehubungan dengan hal itu, maka penulis merasa perlu untuk mengembangkan penelitian tentang eksperimentasi strategi pembelajaran everyone is teacher here dan student facilitator and explaining dalam pembelajaran matematika.

Adapun persamaan dan perbedaan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan dengan penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada table 2.1 dibawah ini.

Tabel 2.1

No. Variabel

Peneliti

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10
1. Anisa nur aini
2. Rochayati
3. Pramesti Anggraini
4. Musriah
5. Heni kusmiati
6. Penulis

Keterangan :

X1 = Everyone is teacher

X2 = Student facilitator and explaining

X3 = Metode konvensional

X4 = Quantum teaching

X5 = Quantum learning

X6 =  Metode pembelajaran

X7 = Reciprocal teaching

X8 = Keaktifan

X9 = Hasil belajar

X10 = Prestasi

C.    Kerangka Berpikir

  1. Hubungan strategi pembelajaran everyone is teacher here dengan prestasi belajar matematika.
  2. Hubungan strategi pembelajaran student facilitator and explaining dengan prestasi belajar matematika
  3. Hubungan keaktifan belajar matematika siswa dengan prestasi belajar matematika.

Strategi everyone is teacher here merupakan merupakan strategi yang menuntut peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya atas presentasi yang dibuat oleh rekannya. Hal ini dapat memicu keaktifan siswa yang akan berpengaruh pada prestasi belajar matematika yang akan meningkat.

Strategi student facilitator and explaining merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya sendiri.

Keaktifan dapat mendukung kegiatan belajar siswa. siswa yang mempunyai keaktifan tinggi akan memperoleh keaktifan belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki keaktifan rendah, hal tersebut didukung pula guru sebagai facilitator memberikan point keaktifan bagi siswa yang mampu memecahkan masalah.

BAB III

METODE PENELITIAN

 

A.    Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, karena penelitian ini dimaksud untuk mengukur pengaruh dua variabel terhadap variabel lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi everyone is teacher here dengan strategi student facilitator and explaining. Jadi, penelitian ini mengukur variabel bebas yaitu prestasi belajar matematika siswa terhadap variabel terikatnya yaitu keaktifan.

Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasi eksperimental), dengan rancangan eksperimen tes awal dan tes akhir kelompok control secara acak. Rancangan ini dilakukan pada subjek kelompok tidak dilakukan secara acak (Sudjana dan Ibrahim, 2001: 44). Rancangan ini dipilih karena eksperimen dilakukan dikelas tertentu dengan kelas yang telah ada. Dalam menetapkan kelompok eksperimen dan kelompok control dilakukan secara acak terhadap kelas yang ada.

B.     Lokasi Penelitian

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kartasura. Pada siswa kelas VII Tahun ajaran 2011/2012.

2. Waktu penelitian

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2011 sampai Maret 2012 yang meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap analisis data, dan tahap persiapan.

C.    Populasi, Sampel, Sampling

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII semester II SMP Negeri 1 Kartasura.

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas control. Kelas eksperimen dalam pembelajaran menggunakan strategi everyone is teacher here dan kelas control pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran student facilitator and explaining.

3. Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling dengan cara undian.

D.    Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini dibedakan menjadi 2 :

1. Metode pokok
1)  Metode angket

Metode angket digunakan untuk mendapatkan data tentang keaktifan siswa. keaktifan siswa digolongkan dalam kategori tinggi, rendah, dan sedang.

2) Metode tes

Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai prestasi belajar matematika siswa pokok bahasan himpunan. Tes diberikan pada akhir pembelajaran.

3) Metode bantu

Metode bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan daftar nama dan prestasi belajar matematika siswa.

E.     Definisi Operasional Variabel

1. Variabel bebas

  1. Strategi pembelajaran

1)      Definisi operasional

Strategi pembelajaran adalah renacana yang berisikan tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2)      Indikator

Penggunaan strategi pembelajaran yang berbeda terhadap dua kelas.

3)      Skala pengukuran

Skala nominal yang terdiri dari dua kategori, yaitu :

i.      Kelas eksperimen : siswa yang diberi pembelajaran dengan strategi everyone is teacher here.

ii.      Kelas control : siswa yang diberi pembelajaran dengan strategi student facilitator and explaining.

  1. Keaktifan

1)      Definisi operasional

Keaktifan  dalam penelitian ini adalah jenis kegiatan dalam proses belajar mengajar.

2)      Indicator : Skala angket keaktifan siswa

3)      Skala

Skala pengukuran ordinal dalam 3 kategori : tinggi, sedang, dan rendah.

  1. Variabel terikat

Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah prestasi belajar matematika.

  1. Definisi operasional

Prestasi belajar matematika adalah hasil usaha yang dicapai siswa (kemampuan siswa) dalam usaha unntuk menguasai bidang studi matematika.

  1. Indicator : nilai tes hasil belajar matematika pada pokok bahasan himpunan.
  2. Skala pengukuran : Skala pengukuran yang digunakan adalah interval

F.     Instrumen Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes untuk memperoleh data tentang prestasi belajar matematika siswa dan angket untuk memperoleh data tentang keaktifan siswa. Adapun prosedur pengembangan instrumen adalah sebagai berikut :

  1. Tahap penyusunan
    1. Angket

1)      Menyusun kisi-kisi instrument yaitu kisi angket tentang keaktifan siswa.

2)      Menyusun soal berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat.

3)      Menentukan penskoran pada setiap item soal.

2. Tes

1)      Menyusun kisi-kisi instrumen yaitu kisi-kisi tes pada pokok bahasan himpunan.

2)      Menyusun soal berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat.

3)      Menentukan penskoran pada setiap item soal.

  1. Tahap uji coba
    1. Uji coba angket

1)      Validitas angket

Validitas angket adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesulitan suatu instrument (Suharsimi arikunto, 2006: 160) untuk mengujinya digunakan rumus :

2)      Reliabilitas angket

Angket yang digunakan oleh peneliti merupakan poin-poin jawaban tetapi dari setiap poin jawaban tersebut tidak dapat dinilai benar atau salah, sehingga pengujiannya dengan menggunakan rumus Alpha Cronsbach, yaitu :

Uji coba tes

1)      Validitas tes

Pengujian validitas tes yang digunakan sama dengan validitas angket yaitu menggunakan rumus Product moment.

2)      Reliabilitas tes

Uji reliabilitas yang digunakan adalah rumus K-R.20.

G.    Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan adalah analisis variansi dua jalur. Sebelum dianalisis dengan analisis dua jalur terlebh dahulu uji prasarat analisis variansi, yaitu :

  1. Uji prasarat analisis
    1. Uji normalitas

Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji lilliefors.

1). Statiska uji

2). Daerah kritik

DK =

3). Keputusan uji

(Budiono, 2009 : 170)

  1. Uji homogenitas

Metode yang digunakan adalah metode Bartlett.

1)      Statistika uji :

2)      Keputusan Uji

H0 tidak ditolak jika 2 hitung < 20,05 ;k-1

  1. Uji analisis

Teknik yang digunakan adalah variansi dua jalan.

  1. Model untuk data amatan pada analisis variansi dua jalan adalah sebagai berikut :
  1. Prosedur

1)      Hipotesis

2)      Statistika uji

i)      Untuk

ii)      Untuk

iii)      Untuk

3)      Keputusan uji

i)

ii)

iii)

  1. Tata letak data

Berikut table anava berupa hubungan baris dan kolom. Adapun bentuk tabelnya sebagai berikut :

 

B1

B2

B3

A1 A1B1 A1B2 A1B3
A2 A2B1 A2B2 A2B3

Dimana :

Ai = Strategi pembelajaran

A1 = Strategi everyone is teacher

A2 = Strategi student facilitator and explaining

Bj   = Prestasi Belajar siswa

B1 = Rendah

B2 = Sedang

B3 = Tinggi

  1. Uji komparasi ganda

Metode yang digunakan dalam uji komparasi ganda adalah metode scheffe.

H.    Prosedur Eksperimen

 

  1. Penetapan focus permasalahan : Untuk mengetahui rendahnya kemampuan siswa pada saat proses belajar mengajar, maka diperlukan observasi awal.
  2. Menyusun rencana eksperimen : Penyusunan ini mengacu pada hasil observasi awal.
  3. Implementasi eksperimen : Pelaksanaan eksperimen dilakuka oleh guru dan akan diobservasi.
  4. Observasi : Pada waktu observasi dilakukan observer mengamati proses pembelajaran dan pengumpulan data segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran tersebut.
  5. Refleksi.
  6. Analisis data

DAFTAR PUSTAKA

 

Abu Ahmadi, 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Anggraini, pramesty. 2010. Penerapan strategi pembelajaran aktif tipe everyone is teacher here dalam upaya untuk meningkatkan keaktifan siswa pada materi himpunan matematika. Sripsi . Surakarta : UMS (tidak diterbitkan).

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktik.

Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta : Bumi aksara.

Budiyono . 2009. Statistika Dasar untuk penelitian. Surakarta : FKIP UNS.

Dimyati, dan Mudjiono .2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Hisyam Zaini, dkk. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta. : CTSD UIN Sunan Kalijaga.

Kusmiati, Dwi Heni. 2010. Pengaruh metode reciprocalteaching, student facilitator and explaining dan konvensional terhadap prestasi belajar matematika. Skripsi. Surakarta : UMS(tidak diterbitkan).

Mulyasa, E. 2002. Managemen Berbasis Serkolah. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Musriah. 2009. Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika melalui metode student facilitator and explaining dalam (PTK pembelajaran matematika kelas VII di SMP Negeri 2 Grobogan. Skripsi. Surakarta : UMS

( tidak diterbitkan)

Nur Aini, Anisa. 2011. Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan index card match dan problem posing ditinjau dari keaktifan belajar siswa pada pokok bahasan himpunan. Skripsi . Surakarta : UMS ( tidak diterbitkan)

Rochayati. 2007. Pengaruh metode quantum teaching dan quantum learning terhadap prestasi belajar matematika. Skripsi. Surakarta : UMS (tidak diterbitkan).

Warock. 2008. Metode Baru dalam pembelajaran. Diunduh dari www.warock.com tanggal 8 mei 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s