Analisis Buku BSE-Matematika Kelas VII


Penerbit     :   Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Penulis       :   Dewi Nuharini

Tri Wahyuni

Tahun        :   2008

 

BAB I. BILANGAN BULAT

a.   Apakah Materi sesuai dengan SI? Bagaimana kandungan dan urutannya?

Jawab :   Pada Bab I. Materi sudah sesuai dengan Standar Isi. Penjelasan materi per sub babnya dijelaskan secara urut sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi yang tertera dalam SI. Pada materi bilangan bulat. Materinya mencakup keseluruhan operasi hitung bilangan bulat, dan penerapannya pada masalah sehari-hari.

 

b.   Adakah CTL / Pemecahan Masalah / Kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

4

Mengenai pengertian bilangan bulat, tidak terdapat suatu permasalahan karena pada penjelasannya, digunakan contoh langsung oleh siswa. Yaitu siswa yang disuruh berdiri pada suatu petak. Kemudian petak-petak tersebut dihubungkan dalam suatu garis yang diberi angka-angka. Sedangkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu oleh para penyelam dan kapten kapal pada saat mengetahui tingkat kedalaman laut.

7

Pada sub-bab operasi hitung pada bilangan bulat, materi penjumlahan dengan alat Bantu menggunakan garis bilangan. Hal tersebut kurang sesuai dengan CTL yang pemecahannya secara kontekstual. Dalam setiap pengenalan operasi hitung, sudah dijelaskan sifat dari masing-masing operasi. Baik operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian maupun pembagian.

20

Pada sub bab ke-3 menaksir hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat, sudah dijelaskan secara kontekstual. Yaitu adanya pemecahan masalah sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

22

Pada sub-bab ke-4, kelipatan dan factor. Tidak terdapat CTL. Materi dijelaskan secara langsung secara konseptual.

27

Pada sub-bab ke-5. Perpangkatan bilangan bulat.

–     Definisi dari perpangkatan bilangan tidak dijelaskan secara kontekstual. Tidak terdapat pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

–     Materi perpangkatan bilangan. Hanya dijelaskan mengenai perpangkatan bilangan bulat dengan pangkat positif saja. Bagaimana dengan yang pangkat negative?

33

Pada sub bab ke-6, operasi hitung campuran pada bilangan bulat. Disebutkan bahwa dalam hal operasi hitung bilangan bulat terdapat 2 hal penting, yaitu tanda operasi hitung dan tanda kurung. Tapi, pada pemecahannya, tidak terdapat penjabaran materi tentang tanda kurung pada operasi hitung secara khusus.

34

Pada sub-bab ke-7, Penggunaan operasi hitung bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah.

–     Sudah sesuai CTL. Penerapan operasi hitung pada pengukuran suhu pada sebongkah es, yang kemudian dipanaskan untuk menghitung kenaikan suhu air.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab :   Ya, terdapat suatu kegiatan. Dalam penyampaian materi tentang pengertian bulat, siswa melakukan suatu kegiatan dengan berdiri di atas lantai berpetak yang membentuk suatu garis lurus yang kemudian diberi angka satuan. Dimana lantai tempat berpijak anak tersebut adalah koordinat nol. Sedangkan ke arah kanan, koordinatnya dimulai angka positif satu (1) dan ke arah kiri koordinatnya dimulai angka negative satu dan seterusnya. Jika angka-angka tersebut dihubungkan, maka akan membentuk suatu himpunan bilangan bulat negative, positif, dan nol.

d.   Adakah pemecahan masalah di awal, di tengah dan di akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Materi Bilangan Bulat 4 Ada Ada Ada Awal: pengertian bilangan bulat dijelaskan dengan melakukan kegiatan praktek yang menyuruh siswa berdiri pada lantai berpetak.
  5       Tengah: Penerapan pemakaian bilangan bulat digambarkan pada penyelam dan kapten kapal selam yang mengukur tingkat kedalaman laut.
  6       Akhir: Pengenalan bilangan bulat dilakukan dengan menggunakan garis bilangan.
II. Materi operasi hitung pada bilangan bulat 7 Ada Ada Ada Awal: Penjumlahan bilangan bulat dijelaskan dengan 2 metode. Yaitu menggunakan alat hitung berupa garis bilangan, dan tanpa alat bantu hitung.
  12       Tengah: pada pengurangan bilangan bulat, metode yang digunakan untuk menjelaskan adalah pengurangan yang dinyatakan sebagai penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang, dan pengurangan yang menggunakan alat bantu garis bilangan.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

          Akhir: pada perkalian dan pembagian bilangan bulat diberikan penjelasan bahwa operasi perkalian dan pembagian adalah operasi yang saling berkebalikan. Jadi, operasi pembagian dapat dicari dengan kebalikan operasi perkalian.
III. Materi  Menaksir Hasil Perkalian dan Pembagian Bilangan bulat 20 Tidak Tidak Tidak Tidak terdapat pemecahan masalah yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari karena dijelaskan secara konseptual.
IV. Materi kelipatan dan factor 22 Tidak Tidak Tidak Penjelasan materi kelipatan dan factor dilakukan secara konseptual, sehingga tidak terdapat pemecahan masalah sehari-hari.
V. Materi: perpangkatan bilangan bulat 27 Tidak Tidak Tidak Definisi perpangkatan bilangan dijelaskan secara langsung dengan metode konseptual
VI. Materi operasi hitung campuran pada bilangan bulat 33 Tidak Tidak Tidak Awal: tidak terdapat penjelasan mengenai tanda operasi hitung.
VII. Materi penggunaan operasi hitung bilangan bulat untuk menyelesaikan masalah 34 Ada Ada Ada Penerapan operasi hitung bilangan bulat, dengan percobaan fisika seorang  siswa dalam melakukan pengukuran suhu pada sebongkah es, untuk mengetahui kenaikan suhu es setelah dipanaskan.

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non rutin?

Jawab:

Ya, terdapat soal pemecahan masalah non-rutin. Yaitu, pada soal pengukuran selisih suhu antara puncak Jaya Wijaya dengan suhu di kota Mekah. Hal tersebut merupakan salah satu contoh soal penyelesaian masalah tentang bilangan bulat. Tetapi hal tersebut kurang sesuai, siswa tidak dapat melakukan praktek pengukuran suhu secara langsung.

f.    Kesimpulan

Dalam beberapa sub bab tertentu, masih terdapat materi yang tidak menggunakan masalah sehari-hari dalam pengenalan materinya.

BAB II. PECAHAN

a.   Apakah materi sesuai dengan SI?

Jawab: pada materi pecahan, kompetensi dasar yang terdapat dalam buku sudah sesuai dengan standar isi. Bab ini, berisi materi mengenai operasi hitung yang terdapat dalam pemecahan, beserta sifat-sifatnya. Kelengkapan materi juga sudah sesuai, karena dalam buku terdapat soal-soal pemecahan masala yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

b.   Adakah CTL/Pemecahan Masalah/Kejadian sehari-hari (per sub. bab)?

Halaman

Masalah

40

Sub.bab I. Materi Bilangan Pecahan

Tidak ada masalah. Penerapan materi secara konsektual dilakukan pada saat pengenalan definisi bilangan pecahan. Pengenalan bilangan pecahan dilakukan dengan pembagian 20 buah jeruk yang dibagikan kepada 3 orang anak sesuai CTL.

48

Sub.bab II. Materi perbandingan dan bentuk-bentuk pecahan

Tidak ada masalah. Pecahan sebagai perbandingan dari keseluruhan dijelaskan dengan pemberian contoh perbandingan warna kelereng yang tidak dipunyai oleh seorang anak sesuai CTL.

56

Sub. bab III. Materi operasi hitung pecahan terdapat masalah. Tidak terdapat soal pemecahan masalah kejadian sehari-hari. Pada penjumlahan dan pengurangan dilakukan secara konseptual.

62

Materi pembagian dan perpangkatan pecahan tidak terdapat contoh soal tentang pemecahan masalah kejadian sehari-hari.

63

Materi pembagian dan perpangkatan pecahan tidak terdapat contoh soal tentang pemecahan masalah kejadian sehari-hari.

 

63

Dalam kesimpulan perpangkatan pecahan disebutkan bahwa:

 

m

disebut sebagai bilangan pokok. Dalam hal ini, bilangan pokok yang disebutkan belum digambar secara jelas bilangan pokok itu apa.

69

Pada sub. bab IV, pembulatan dan bentuk baku pecahan terdapat masalah, penjelasan materi dilakukan dengan konsep. Tidak terdapat contoh penyelesaian masalah kehidupan sehari-hari.

70

Pemberian contoh bentuk baku pecahan. Pemakaian panjang jari-jari neutron. Kurang sesuai dengan CTL. Karena tidak sesuai kehidupan sehari-hari.

72

Sub. bab V menyelesaikan masalah sehari-hari berkaitan dengan pecahan.

Tidak ada masalah. Pemberian contoh sudah sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Yaitu perhitungan gaji.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab:

Ya, dalam penjelasan materi pengertian bilangan pecahan terdapat kegiatan yang digunakan untuk membantu pengenalan materi, yaitu, pembagian 20 buah jeruk oleh seorang ibu, kepada 3 orang anaknya yang masing-masing mendapatkan 4,5, dan 10. Kemudian ibu mendapat 1. dalam hal ini, seorang anak memperoleh bagian,  bagian,  bagian, bagian untuk sang ibu. Bilangan , , , dan merupakan banyak buah jeruk yang dibandingkan keseluruhan, yang disebut bilangan pecahan.

 

 

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan di akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Bilangan Pecahan 40 Ada Ada Tidak Awal: terdapat suatu pemecahan masalah yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari
  44       Tengah: pemecahan masalah untuk menyatakan hubungan antar dua pecahan yaitu dengan menggunakan gambar yang diarsir.
  47       Akhir: tidak terdapat pemecahan masalah. Untuk menyatakan pecahan yang nilainya diantara dua pecahan, dilakukan penyampaian secara konseptual.
II. Perbandingan dan bentuk-bentuk pecahan 48 Ada Ada Tidak Awal: perbandingan dinyatakan dengan pemberian contoh perbandingan warna kelereng yang dipunyai oleh seorang anak.
  50       Tengah: Untuk menyatakan materi mengubah pecahan menjadi pecahan campuran dilakukan dengan pemberian contoh pada saat ibu membagikan 3 buah apel kepada 2 orang anaknya dengan sama besar.
  55       Akhir: tidak terdapat contoh pemecahan masalah sesuai kegiatan sehari-hari.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

III. Operasi hitung pecahan 56 Tidak Ada Tidak Awal: Tidak terdapat contoh pemecahan masalah sesuai dengan kegiatan sehari-hari. Contoh secara konseptual.
  59       Tengah: penjelasan materi tentang perkalian pecahan melalui gambar luas daerah yang diarsir.
  66       Akhir: tidak terdapat pemecahan masalah pada materi operasi hitung pada pecahan decimal penjabaran materi secara konseptual.
IV. Pembulatan dan bentuk baku pecahan 69 Tidak Tidak Ada Awal: tidak terdapat pemecahan masalah. Materi pembulatan dikenalkan secara konseptual.
  69       Tengah: tidak terdapat pemecahan masalah. Soal diberikan langsung secara konseptual.
          Akhir: pemecahan masalah mengenai bentuk baku dilakukan dengan pemberian contoh panjang jari-jari neutron maupun jumlah molekul air.
V. Penyelesaian masalah sehari-hari  yang berkaitan dengan pecahan 72 Ada Ada Ada Awal: terdapat pemberian contoh nyata yang disertai penyelesaian secara runtut. Mengenai perhitungan gaji, dan biaya kebutuhan sehari-hari.

 

e.   Apakah ada (dalam) bab soal pemecahan masalah non-rutin (open ended)?

Jawab: ya, terdapat contoh soal pemecahan masalah non-rutin. Yaitu dalam soal penerapan bentuk baku panjang jari-hari neutron yang sudah diketahui dan jumlah molekul dalam air.

f.    Kesimpulan

Masih terdapat banyak materi yang tidak dijelaskan secara kontekstual.

 

 

BAB III. OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

a.   Apakah materi sesuai dengan SI? Bagaimana kandungan dan urutannya?

Jawab: pada bab III materi sudah sesuai dengan standar isi. Bab ini memuat materi mengenai bentuk aljabar dan unsure-unsurnya, operasi hitung tambah, kurang, kali, bagi dan pangkat pada bentuk aljabar serta menerapkan operasi hitung bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal.

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

80

Materi sudah dijelaskan secara urut dan terperinci dengan jelas. Sebaiknya contoh-contoh tentang variable dan konstanta lebih banyak lagi.

83

Pada sub bab operasi hitung pada bentuk aljabar, tidak dijelaskan bagaimana menyederhanakan bentuk-bentuk aljabar. Penjelasan segitiga pascal belum begitu rinci.

92

Dalam sub bab pecahan bentuk aljabar materi sudah dijelaskan secara rinci dan jelas. Disertai dengan contoh.

98

Dalam sub bab penggunaan aljabar untuk menyelesaikan masalah dijelaskan secara konsektual. Masalah relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, dalam penyampaian bentuk aljabar dengan menyuruh siswa  membuat sembarang bentuk aljabar. Kemudian meminta salah satu teman untuk menunjuk unsur-unsur aljabar dari bentuk aljabar.

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Bentuk aljabar dan unsur-unsurnya   Tidak Tidak Tidak Materi dijelaskan dengan metode konseptual. Tidak ada contoh dalam kehidupan sehari-hari.
II. Operasi hitung pada bentuk aljabar 88   Ada   Tengah: menjabarkan bentuk aljabar suku dua (a+b)n dengan 7 £ n £ 10. Tentukan pola koefisien yang terbentuk. Kemudian, tuliskan pola koefisien tersebut dalam segitiga pascal.
III. Pecahan bentuk aljabar   Tidak Tidak Tidak Materi dijelaskan dengan metode konseptual. Belum disertai contoh-contoh yang relevan.
IV. Penggunaan  aljabar untuk menyelesaikan masalah 98 Ada     Awal: diberikan soal cerita tentang perbandingan umur ayah dan anak.

 

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: tidak ada penyelesaian masalah non-rutin. Perlu diperbanyak contoh masalah dalam kehidupan sehari-hari.

 

f.    Kesimpulan

Ada sub bab yang belum menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga susah untuk pemahaman materi.

BAB IV. PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

a.   Apakah materi sesuai dengan SI? Bagaimana kandungan dan urutannya?

Jawab: pada bab IV materi sudah sesuai dengan standar isi. Penjelasan materi per sub babnya dijelaskan secara urut sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi yang terdapat dalam SI. Pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variable, materinya mencakup keseluruhan penjelasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variable dan model matematika, untuk menyelesaikan soal cerita.

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

104

Pada sub bab ke-1 dijelaskan tentang kalimat terbuka dan himpunan penyelesaian kalimat terbuka. Masalah dijelaskan dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian kalimat terbuka dan himpunan penyelesaian kalimat terbuka telah dijelaskan secara gambling. Dalam sub bab ini sudah sesuai CTL karena digunakan kata-kata yang sudah lazim dalam kehidupan sehari-hari. Misal: rasa buah rambutan adalah manis sekali.

106

Pada sub bab persamaan linear satu variable, materi diterangkan secara konseptual karena menggunakan variable yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Penulis menggunakan variable x dany dan tidak ada contoh dalam kehidupan nyata.

114

Pada sub bab ke-3, pertidaksamaan linear satu variable, dalam menjelaskan materi dengan metode kontekstual karena untuk menjelaskan pengertian ketidaksamaan dengan contoh-contoh kurang dari 5 ditulis 3 < 5. Tanda ketidaksamaan juga telah dijelaskan secara rinci. Disebutkan juga himpunan penyelesaian dengan menggunakan garis bilangan.

122

Dalam sub bab ke-4, membuat model matematika dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan persamaan linear satu variable. Materi dijelaskan dengan kontekstual karena menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan masalah menggunakan sketsa gambar dan model matematika.

124

Dalam sub bab ke-5, membuat model matematika dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan petidaksamaan linear satu variable. Penjelasan dengan metode konstektual karena menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Misal untuk menentukan ukuran minimum dari permukaan meja dengan panjang 16 x cm dan lebar 10 x cm, serta luasnya tidak kurang dari 40 dm2.

126

Dalam sub bab ke-6, logika matematika sub bab ini merupakan pengayaan. Materi dijelaskan secara kontektual. Masalah sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Tanda dalam logika sudah dijelaskan secara rinci.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, terdapat suatu kegiatan. Dalam materi persamaan linear satu variable siswa disuruh menulis sembarang persamaan sebanyak 5 buah. Lalu salah satu teman menunjukkan mana yang termasuk persamaan linear satu variable.

d    Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Kalimat terbuka 4 Ada     Awal: siswa disuruh mengamati kejadian sehari-hari. Misal : “Matahari terbenam di arah tiur”.
II. persamaan linear satu variable 113     Ada Akhir: pada himpunan penyelesaian persamaan linear satu variable metode yang digunakan adalah dengan menggunakan grafik himpunan penyelesaian persamaan linear satu variable ditunjukkan dengan garis bilangan.
III. Pertidaksamaan linear satu variable 114 Ada     Awal: penjelasan dengan menyuruh siswa mencari tiga bilangan cacah yang berbeda. Bilangan pertama adalah bilangan yang terkecil, selisihnya 3 dari bilangan kedua. Bilangan ketiga adalah yang terbesar. Selisihnya 5 dari bilangan kedua. Jumlah bilangan 74. siswa disuruh menentukan hasil kali ketiga bilangan.
  117   Ada   Tengah: siswa disuruh menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan dengan berdiskusi.
IV. Membuat model matematika dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan persamaan linear satu variable 122 Ada     Awal: siswa menyelesaikan soal dengan membuat model matematika. Misal: seorang petani mempunyai sebidang tanah berbentuk persegi panjang. Lebar tanah tersebut 6 m lebih pendek daripada panjangnya. Jika keliling tanah 60 m. tentukan luas tanah tersebut.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

V. Membuat model matematika dan menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variable 124 Ada     Awal: dengan model matematika soal berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
VI. Logika  matematika (pengayaan) 126 Ada     Awal: materi dijelaskan dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

 

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: tidak ada penyelesaian masalah non-rutin. Semua penyelesaian masalah ada pada kehidupan sehari-hari.

f.    Kesimpulan

Sudah hampir semua sub bab menggunakan masalah sehari-hari dalam pengenalan materinya.

BAB V. PERBANDINGAN DAN ARITMATIKA SOSIAL

a.   Apakah materi sesuai dengan SI? Bagaimana kandungan dan urutannya?

Jawab: pada bab V materi sudah sesuai dengan standar isi. Bab ini memuat materi mengenai penggunaan konsep aljabar dalam pemecahan masalah aritmatika social, misalnya nilai keseluruhan, nilai per unit, laba, rugi, rabat, dan bunga tunggal, pengertian skala sebagai suatu perbandingan, factor perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala, serta perbandingan seharga (senilai) dan perbandingan berbalik harga (berbalik nilai).

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

136

Pada sub bab aritmatika social dalam kehidupan ekonomi. Materi dijelaskan secara konstektual menggunakan contoh sehari-hari. untuk menjelaskan aritmatika menggunakan contoh daftar belanjaan, keuntungan atau kerugian seorang pedagang, dll. Materi juga dijelaskan dengan diskusi kelompok.

142

Pada sub bab rabat (diskon), bruto, tara dan neto, materi dijelaskan dengan metode kontekstual karena menggunakan contoh soal dalam kehidupan sehari-hari. dalam menjelaskan rabat (diskon) siswa disuruh ke supermarket untuk mengamati barang-barang yang didiskon.

14

Pada sub bab bunga tabungan dan pajak materi dijelaskan cukup jelas. Tapi penjelasan bunga majemuk belum disertai contoh.

147

Pada sub bab perbandingan tidak disertai contoh membandingkan dua besaran dengan mencari selisih dan hasil bagi.

149

Dalam sub bab gambar berskala materi dijelaskan dengan membandingkan ukuran rumah di foto dan ukuran rumah yang sebenarnya.

152

Dalam sub bab bentuk-bentuk perbandingan materi sudah dijelaskan secara kontekstual. Contoh sesuai dengan kejadian sehari-hari.

157

Dalam sub bab ini materi dijelaskan secara terperinci dengan metode kontekstual contoh soal sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan pemecahan masalahnya.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, dalam menjelaskan materi aritmatika siswa disuruh untuk ke toko elektronik terdekat. Tanyakan harga beli dan jual dari 5 buah barang yang ada di tokoh tersebut. Kemudian, tentukan besarnya laba/rugi yang diperoleh pemilik toko tersebut.

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Aritmatika social dalam kegiatan ekonomi 136 Ada   Ada Awal: materi dijelaskan dengan menggunakan metode kontekstual. Materi dijelaskan dengan membagi kelompok. Dan membuat rekayasa transaksi jual beli.
  140       Akhir: siswa disuruh mengamati lingkungan sekitarnya dan mencari barang kebutuhan sehari-hari yang dijual dengan menggunakan persen. Ceritakan hasil temuanmu di depan kelas.
II. Rabat 142 Ada     Awal: siswa disuruh datang ke supermarket dan mencatat barang-barang yang sedang didiskon.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

III. Bunga       tabungan dan pajak 145 Ada   Ada Awal: siswa disuruh menghitung bunga tabungan di suatu bank.
  146       Akhir: mintalah struk pajak listrik rumahmu bulan lalu kepada ibumu. Tanyakan hal-hal yang berkaitan dengan struk pajak tersebut. Ceritakan pengalamanmu di depan kelas.
IV.Perbandingan 147 Ada     Awal: carilah resep membuat kue di Koran, tabloid, majalah atau media lainnya. Salin resep tersebut. Kemudian tulis perbandingan bahan-bahan untuk membuat kue tersebut.
V. Gambar berskala 151 Ada     Awal: amatilah atlas. Bukalah peta provinsi tempat tinggalmu. Lihatlah skala pada peta tersebut. Tentukan jarak sebenarnya kota tempat tinggalmu dengan kota-kota lain di provinsimu.
VI. Bentuk-bentuk perbandingan 155   Ada   Ada: seorang pemborong memperkirakan dapat menyelesaikan suatu bangunan selama 45 hari dengan banyak pekerja 20 orang. Setelah 15 hari, pekerjaan terhenti selama 6 hari karena bahan bangunan habis. Tentukan banyaknya pekerjaan yang harus ditambah agar pekerjaan selesai tepat waktu.

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: tidak ada penyelesaian masalah non-rutin. Semua penyelesaian masalah relevan dengan kehidupan sehari-hari.

f.    Kesimpulan

Hampir di semua sub bab menggunakan masalah dalam kehidupan sehari-hari, Materi dijelaskan dengan metode konstektual.

 

 

 

BAB VI. HIMPUNAN

a.   Apakah materi sesuai dengan SI? Bagaimana kandungan dan urutannya?

Jawab: pada bab himpunan, materi sudah sesuai dengan standar isi. Bab ini berisi materi mengenai pengertian, notasi, dan penyajian himpunan, konsep himpunan bagian, operasi irisan, gabungan, kurang (difference), dan komplemen pada himpunan, penyajian himpunan dengan diagram Venn, serta menyelesaikan masalah dengan menggunakan diagram Venn dan konsep himpunan.

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

164

Dalam sub bab himpunan materi sudah dijelaskan secara jelas dan terperinci. Disertai dengan contoh masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

169

Dalam sub bab himpunan kosong dan himpunan semesta, penyampaian materi menggunakan metode kontekstual. Materi disampaikan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

171

Dalam sub bab himpunan bagian, tidak menggunakan contoh kejadian dalam kehidupan sehari-hari.

175

Dalam sub bab hubungan antar himpunan, contoh himpunan saling lepas dan himpunan tidak saling lepas kurang.

177

Dalam sub bab operasi himpunan, materi sudah disampaikan secara konseptual.

186

Dalam sub bab diagram Venn materi sudah dijelaskan secara lengkap.

193

Dalam sub bab menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan, variasi soal kurang dan contoh soal kurang banyak.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, dalam materi himpunan bagian siswa meminta teman sebangkunya untuk menyebutkan sembarang himpunan. Kemudian siswa menulis himpunan bagian dari himpunan tersebut.

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

A. Himpunan 164 Ada Ada   Awal: siswa mencari contoh kumpulan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan masing-masing 5 buah.
  165       Tengah: perhatikan angka dan symbol-simbol yang terdapat pada kalkulator. Apakah angka-angka dan symbol-simbol tersebut dapat mewakili suatu himpunan tertentu?
B. Himpunan kosong dan himpunan semesta 171     Ada Akhir: bentuklah kelompok yang terdiri atas 4 siswa, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Setiap kelompok menamakan diri dengan himpunan tertentu, misal himpunan buah, bangun datar, dll. Setiap 2 kelompok menyebutkan anggota-anggota himpunan dan semesta pembicaraan kelompok lain di depan kelas.
C. Himpunan bagian 174     Ada Akhir: meminta teman sebangku menyebutkan sembarang himpunan. Kemudian tuliskan himpunan bagian dari himpunan tersebut.
D. Hubungan antar himpunan   Tidak Tidak Tidak Tidak ada contoh soal dalam kehidupan sehari-hari.
E. Operasi Himpunan 180   Ada   Tengah: menulis dua buah himpunan. Tentukan gabungan dari himpunan tersebut.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

F. Diagram Venn 189   Ada   Tengah: membuat dua buah himpunan dimana himpunan yang satu merupakan bagian dari himpunan yang lain. Tunjukkan dengan diagram Venn, daerah yang menunjukkan irisan dan gabungan dua buah himpunan tersebut.
G. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan konsep himpunan 193 Ada     Awal: menggunakan contoh masalah dalam kehidupan sehari-hari.

 

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: tidak ada penyelesaian masalah non-rutin. Semua contoh masalah relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

f.    Kesimpulan

Dalam bab hubungan antar himpunan tidak disertai dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

BAB VII.  GARIS DAN SUDUT

a.   Apakah materi sesuai dengan SI?

Jawab: pada materi garis dan sudut, sudah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tertera dalam SI. Bab ini, menjelaskan tentang hubungan antar garis, besar dan jenis sudut. Kemudian menyebutkan sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis dipotongkan.

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

200

Sub bab I. Garis

Tidak terdapat masalah. Dalam penyampaian garis sejajar, dikenalkan dengan contoh rel kereta api yang tidak pernah saling berpotongan.

205

Sub bab II. Perbandingan segmen garis

Terdapat masalah. Materi perbandingan segmen garis tidak disampaikan dengan CTI/secara konstektual. Materi perbandingan dijelaskan secara langsung, secara konseptual.

208

Sub bab III. Sudut

Tidak terdapat masalah. Pengertian sudut sudah dijelaskan secara konstektual, dengan mengamati sebuah ujung sebuah meja, sebuah pintu, atau jendela di kelas

211

Sub bab IV. Menggambar dan memberi nama sudut.

Terdapat masalah. Selain tidak konstektual, nama-nama sudut belum dijelaskan secara jelas.

214

Sub bab V. Jenis-jenis sudut

Penyampaian materi sudah kontekstual. Pengenalan jenis-jenis sudut sudah dijelaskan melalui praktek membuat jam dari selembar karton. Kedua jarum jam dihubungkan dengan sebuah sekrub. Sehingga berputar dengan bebas. Pengenalan sudut siku-sikut dengan memperhatikan sudut yang terbentuk oleh kedua jarum jam jika jam menunjukkan pukul 09.00

216

Sub bab VI. Hubungan antar sudut

Dalam penyampaian hubungan antar sudut, tidak dijelaskan secara konsektual. Materi dijelaskan secara konseptual.

220

Sub bab VII.  Hubungan antar sudut jika dua garis sejajar dipotongkan oleh garis lain, materi disampaikan secara konseptual. Tidak terdapat konsep pemecahan masalah sehari-hari.

224

Sub bab VIII melukis sudut.

Tidak terdapat pemecahan masalah dalam materi melukis sudut. Materi disampaikan secara konseptual.

226

Sub bab IX. Membagi sudut

Tidak terdapat pemecahan masalah dalam materi melukis sudut-materi yang disampaikan sederhana konseptual.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, terdapat kegiatan. Pada kegiatan mengukur besar suatu sudut, siswa diminta memakai busur derajat untuk mengukur sudut. Selain itu untuk mengenalkan besar sudut, siswa dilatih melukis sudut dengan menggunakan jangka dan penggaris.

 

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Garis 200 Ada Ada Ada Awal: terdapat pemecahan dalam penyampaian garis sejajar. Dengan melakukan permisalan pada rel kereta api.
  202       Tengah: penyampaian materi sifat-sifat garis sejajar melalui gambar yang diberikan titik, masing-masing A dan B.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

  204       Akhir: pada materi membagi sebuah garis, siswa langsung disuruh mempraktekkan kegiatan tersebut sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam buku.
II. Perbandingan segmen garis 205 Ada Tidak Tidak Awal: materi perbandingan langsung dijelaskan menggunakan suatu garis yang dibagi menjadi 5 sama panjang. Kemudian ditarik garis vertikal ke bawah yang panjangnya sama.
III. Sudut 208 Ada Ada Ada Awal: dalam penyampaian materi sudut siswa diberikan gambaran dengan mengamati sebuah meja, pojok sebuah pintu, atau jendela kelas.
  208       Tengah: besar sudut digambarkan dengan menggunakan arah jarum jam.
  210       Akhir: dalam penyampaian materi tentang cara menentukan hasil penjumlahan diberikan contoh sederhana secara langsung.
IV. Menggambar dan memberi nama sudut 211 Ada Ada Tidak Awal: dalam mengukur besar suatu sudut, siswa diberikan langkah-langkah/cara mengukur dengan menggunakan busur derajat.
  213       Tengah: setelah siswa mampu mengukur sudut, kemudian siswa diberikan langkah-langkah/tata cara menggambar besar suatu sudut.
          Akhir: tidak ada penjelasan materi/pemecahan masalah tentang pemberian nama sudut.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

V. Jenis Sudut 214 Ada Tidak Awal: untuk mengenalkan jenis sudut digunakan contoh sederhana. Yaitu arah jarum jam.
  215       Akhir: tidak ada contoh bagaimana kita mengetahui sudut tumpul dalam contoh sehari-hari.
VI. Hubungan antar sudut. 216 Ada Tidak Tidak Awal: untuk mengetahui suatu sudut saling berpelurus/tidak, diberikan contoh/gambaran pada suatu garis AB.
  217       Tengah: pemecahan masalah tentang materi pasangan sudut yang saling berpenyiku dilakukan secara konseptual.
VII. Hubungan antar sudut jika kedua garis sejajar dipotong oleh garis lain 220 Ada Ada Ada Awal: sudut-sudut sehadap dapat diketahui jika suatu sudut tersebut sejajar kemudian kedua sudut dipotongkan.
  222       Tengah: untuk mengetahui suatu sudut itu sepihak/tidak, dapat dihitung dengan perhitungan apabila kedua sudut tersebut dijumlahkan, akan menghasilkan 180°
  223       Akhir: sudut luar sepihak juga dapat diketahui: jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis lain maka jumlahnya 180°.
VIII. Melukis sudut 224 Ada     Awal: untuk dapat melukis suatu sudut, dibutuhkan alat Bantu berupa jangka dan penggaris.
  225 Ada     Awal: untuk dapat melukis suatu sudut, dibutuhkan alat Bantu berupa jangka dan penggaris.
  226       Akhir: diberikan tata cara/metode untuk melukiskan sudut 90°.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

IX. Membagi sudut 226 Ada Ada Ada Awal: dalam membagi sudut sama besar, sudah diberikan metode/tata cara untuk membuatnya.
  227       Tengah: dijelaskan metode/tata cara melukis sudut sederhana. Yaitu sudut 30° dan 45°
  228       Akhir: diberikan penjelasan tentang tata cara melukis sudut tumpul khususnya 150.

 

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: tidak terdapat penyelesaian masalah rutin/non rutin. Karena pada dasarnya materi sudut langsung diterapkan dengan konsep langsung melukis/menghitung/mengukur sudut secara langsung dengan alat Bantu jangka/busur derajat/penggaris secara langsung.

 

f.    Kesimpulan

Materi tentang sudut, sudah dijelaskan cukup jelas. Tentang bagaimana cara melukis sudut, mengukur sudut, maupun tentang hubungan antar sudut.

BAB VIII.  SEGITIGA DAN SEGI EMPAT

a.   Apakah materi sesuai dengan SI?

Jawab: materi tentang segitiga dan segiempat sudah sesuai dengan standar isi. Uraian materinya berisi tentang sifat-sifat segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya, sifat-sifat persegi panjang, persegi, jajar genjang, belah ketupat, layang-layang, dan bangun lainnya, kemudian menghitung keliling dan luas bangun segiiga dan segiempat dan menggunakannya dalam pemecahan masalah sehari-hari.

b.   Adakah CTL/pemecahan masalah/kejadian sehari-hari (per sub bab)?

Halaman

Masalah

234

Tidak terdapat CTL, karena pada pengertian segitiga dijelaskan secara teori, konseptual.

241

Sub.Bab II Jumlah sudut-sudut segitiga

Pada materi sub. Bab II, cara menunjukkan jumlah sudut segitiga yang berjumlah 180° dengan cara melakukan kegiatan membuat segitiga secara langsung dengan menggunakan karton.

243

Sub.bab III. Hubungan panjang sisi dengan besar sudut pada segitiga. Materi ketidaksamaan segitiga dikenalkan dengan melakukan sebuah kegiatan membuat segitiga.

246

Sub bab IV. Keliling dan luas segitiga.

Penjelasannya tidak menggunakan CTL, karena materinay langsung dijelaskan secara teori atau biasanya disebut dengan konseptual.

250

Sub Bab V. Segi Empat

Penjelasan tentang segi empat menggunakan benda-benda di sekitarnya. Antara lain meja, buku, atau bingkai di kelas.

1.   Persegi panjang

Pengenalan persegi panjang melalui benda-benda seperti meja, buku atau bingkai foto di kelas.

 

2.   Persegi

Pengenalan persegi dengan bentuk-bentuk seperti papan catur, sapu tangan atau ubin.

3.   Jajar genjang

Pengenalan jajar genjang dengan membuat bangun segitiga yang kemudian ditentukan O, kemudian diputar sebesar ½ putaran (180°), sehingga terbentuk jajar genjang.

4.   Belah ketupat

Pengenalannya secara konseptual melalui segitiga.

5.   Layang-layang

Pengenalannya secara konseptual melalui segitiga.

6.   Trapezium

Pengenalannya secara konseptual, langsung melalui gambar trapezium.

276

Sub. Bab VI.  Melukis segitiga

Cara melukis segitiga dengan menggunakan panjang ketiga sisi dijelaskan dengan metode konseptual.

276

Sub. Bab VII. Melukis segitiga sama kaki dan sama sisi. Penjelasan materinya dilakukan secara konseptual. Tidak terdapat CTL.

280

Sub.Bab VIII melukis garis-garis isitmewa pada segitiga. Dalam materi tentang garis tinggi, materi dilakukan dengan menerapkan konsep/konseptual. Dalam menulis garis tinggi, dijelaskan dengan beberapa langkah/metode.

284

Sub Bab IX menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan segi empat.

– Diberikan beberapa contoh mengenai  segiempat, sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Yaitu, dalam menghitung, biaya untuk pembuatan pagar taman yang berbentuk persegi panjang.

 

c.   Apakah ada kegiatan dalam CTL tersebut?

Jawab: ya, banyak terdapat kegiatan dalam CTL. Dalam pengenalan bangun-bangun yang berbentuk segiempat disuruh membuat bangun tersebut secara langsung yang berasal dari segitiga.

 

d.   Apakah ada pemecahan masalah di awal, tengah dan akhir?

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

I. Membagi sudut 226 Tidak Tidak Tidak Awal: pengenalan segitiga dilakukan dengan menggambar materi dijelaskan secara konseptual.
          Tengah dan akhir:

Keseluruhan materi tidak dijelaskan dengan pemecahan masalah, tetapi langsung dengan penerapan konsep.

II. Jumlah sudut-sudut segitiga 241 Ada Tidak Tidak Awal: untuk menunjukkan jumlah sudut-sudut suatu segitiga adalah 180°, siswa disuruh untuk membuat segitiga yang berasal dari karton.
          Di tengah dan akhir :

Pemberian contoh melalui gambar sebuah APQR

III. Hubungan panjang sisi dengan besar sudut pada segitiga 243 Ada Tidak Tidak Awal: untuk mengenalkan ketidaksamaan segitiga, para siswa disuruh membuat sembarang segitiga dari kertas karton.
          Tengah: Hubungan besar sudut dan panjang sisi suatu segitiga dijelaskan langsung secara konseptual.
          Akhir: hubungan sudut dalam dan sudut luar segitiga dijelaskan secara konseptual.
IV. Keliling dan luas segitiga 246 Tidak Tidak Tidak Karena penyampaian materi secara konseptual, maka tidak terdapat pemecahan masalah.

 

Sub bab ke

Halaman

Pemecahan masalah

Awal

Tengah

Akhir

Keterangan

V. Segi empat 250 Ada Tidak Tidak Awal: pengenalan masing-masing bangun dilakukan dengan menggunakan contoh benda-benda yang di sekitar kelas.
          Tengah dan akhir: dalam perhitungan luas masing-masing bangun dilakukan secara konseptual.
VI. Melukis segitga 276 Ada Untuk melukis segitiga, siswa diberikan metode/langkah-langkah untuk melukis segitiga.
VII. Melukis segitiga sama kaki 279 Ada Siswa diberikan beberapa langkah dalam melukis segitiga sama kaki dan sama sisi.
VIII. Melukis garis istimewa pada segitiga 280 Tidak Tidak Tidak Penjelasan materi semuanya secara konseptual.
IX. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan segiempat 284 Ada Diberikan contoh yang sesuai dengan kegiatan sehari-hari. yaitu menghitung biaya pembuatan pagar yang berbentuk persegi panjang.

 

e.   Apakah ada soal penyelesaian masalah non-rutin?

Jawab: ya, terdapat. Yaitu pada perhitungan biaya membuat pagar yang berbentuk persegi.

 

f.    Kesimpulan

Kebanyakan materi tentang segi empat dijelaskan secara konseptual.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s