Laporan Interview Pimpinan Cab Muhammadiyah Kec TERSONO Kab.BATANG Jawa Tengah


BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam pembaharu di Indonesia. Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijah 1330 Hijriah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Milaidah di kota Yogyakarta. Akhmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tidak secara kebetulan, tetapi didorong oleh aspirasinya yang besar tentang masa depan Islam  Indonesia. Islam sebagai agama di Indonesia menurut K.H. Ahmad Dahlan tidak mampu mendorong umat Islam Indonesia menjadi masyarakat  yang dinamis, maju dan modern. Padahal, bila dilacak dalam sejarah, khususnya yang diperankan Rasulullah dan para salafiyun, Islam mampu mengantarkan umat Islam menuju peradaban kelas tinggi. Realitas Islam sebagai agama dan Islam sebagai tradisi pemikiran di Indonesia yang mengalami kemacetan ikut mempengaruhi latar belakang Muhammadiyah.

Kelahiran dan keberadaan Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak lepas dan merupakan manifestasi dari gagasan pemikiran dan amal perjuangan K.H Ahmad Dahlan ( Muhammad Darwis) yang menjadi pendirinya. Kelahiran Muhammadiyah secara teologis memang melekat dan memiliki inspirasi pada Islam yang bersifat Tajdia, namun secara sosiologis  sekaligus memiliki konteks  dengan keadaan hidup umat Islam dan masyarakat Indonesia  yang berada dalam keterbelakangan. Kyai Dahlan melalui Muhammadiyah sungguh telah mempelopori kehadiran Islam yang otentik  (murni) dan berorientasi pada kemajuan dalam pembaharuannya, yang mengarahkan hidup umat Islam untuk beragama secara benar, dan melahirkan  rahmat bagi kehidupan. Islam tidak hanya ditampilkan secara otentik  dengan jalan kemabali kepada sumber agama yang asli, yakni Al-Qur’an dan sunah yang sahih, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mengubah kehidupan manusia dari serba ketinggalan menuju dunia kemajuan.

Keberhasilan perjuangan Muhammadiyah yang berjalan hampir satu abad pada hakikatnya merupakan rahmat dan karunia Allah Subhana Wata’ala yang patut disyukuri oleh seluruh warga persyarikatan. Dengan modal keikhlasan dan kerja keras segenap anggota disertai dukungan masyarakat luas Muhammadiyah tidak kenal lelah melaksanakan misi dakwah  dan tajdidi dalam memajukan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan. Perjuangan Muhammadiyah yang diwarnai dinamika pasang surut itu tidak lain untuk mencapai tujuan  terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dalam rangka menyebarkan misi kerisalahan Islam sebagai Rahmatan Lil-‘alamin.

Adanya pimpinan daerah di tap wilayah kabupaten/kota di Indonesia, merupakan suatu bentuk nyata bahwa  perkembangan Muhammadiyah di daerah mengalami perkembangan yang amat pesat. Di Kabupaten Batang, perkembangan persyarikatan Muhammadiyah pesat di daerah kecamatan Tersono. Disini penulis mencoba menggali  informasi tentang Muhammadiyah dan perkembangannya di tingkat cabang kecamatan Tersono Kabupaten Batang.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apa sebetulnya Muhammadiyah itu?
  2. Apa tujuan dari persyarikatan Muhammadiyah?
  3. Bagaimana struktur organisasi pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono?
  4. Bagaimana program kerja persyarikatan Muhammadiyah di tingkat cabang Kecamatan Tersono
  5. Bagaimana pelaksanaan program kerja tiap-tiap majlis pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono? Adakah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya? Kalau ada, bagaimana solusi yang pernah dilakukan.

C.    Tujuan Penyusunan Makalah

Dalam penyusunan makalah tentang perkembangan persyarikatan Muhammadiyah di kecamatan Tersono, penulis mempunyai tujuan yang ingin diketahui :

  1. Mengetahui makna sebenarnya dari persyarikatan Muhammadiyah
  2. Mengetahui tujuan dari persyarikatan Muhammadiyah.
  3. Mengetahui struktur persyarikatan Muhammadiyah di tingkat pimpinan cabang Muhammadiyah Kecamatan Tersono.
  4. Mengatahui program kerja Muhammadiyah di tingkat pimpinan cabang Muhammadiyah Kecamatan Tersono.
  5. Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program kerja dan cara pemberian solusinya.

D.    Manfaat Penulisan Makalah     

Dapat memberikan informasi tentang perkembangan struktur persyarikatan Muhammadiyah di tingkat Kecamatan Tersono

BAB II

PEMBAHASAN

 A.    Definisi Muhammadiyah

Bulan Dzjulhijah (18 Dzulhijah 1330 H) atau (18 November 1918) merupakan momentum penting lahirnya Muhammadiyah. Itulah kelahiran sebuah gerakan Islam modernis di Indonesia, yang melakukan perintisan atau pelaporan pemurnian sekaligus pembaruan Islam di negeri berpenduduk terbesar Muslim di dunia. Sebuah gerakan yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan, seorang kyai alim, cerdas, dan berjiwa pembaru.

Kata “Muhammadiyah” secara bahasa berarti “Pengikut Nabi Muhammad”. Penggunaan kata “Muhammadiyah” dimaksudkan untuk menisbahkan (menghubungkan) dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad. Penisbahan nama tersebut menurut H. Djarnawi Hadikusuma mengandung  pengertian sebagai berikut : “Dengan nama itu dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung persyarikatan itu adalah  umat Muhammad, dan asasnya adalah Nabi Muhammad SAW, yaitu Islam. Muhammadiyah adalah suatu persyarikatan yang merupakan “gerakan Islam”. Maksud gerakannya adalah “Da’wah Islam dan Amal Ma’ruf Nahi Munkar” yang ditujukan kepada dua bidang perorangan dan masyarakat. Da’wah perorangan dibagi menjadi dua :

  1. kepada yang telah Islam, bersifat pembaharuan (tajdid) untuk mengembalikan ajaran Islam yang asli dan murni.
  2. Kepada yang belum Islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk ajaran agama Islam.

Adapun da’wah kepada masyarakat, bersifat perbaikan, bimbingan, dan peringatan.

B.     Tujuan Muhammadiyah

Semenjak didirikan pada tanggal 18 November 1912 Milaidah bertepatan dengan 8 Dzulhijah 1330 H di Yogyakarta, persyarikatan ini baru diajukan pengesahan pada tanggal 20 Desember 1912 dengan mengirim Anggaran Dasar Muhammadiyah yang pertama, tahunn 1912 yang kemudian baru disahkan oleh Gubernur Jendral Belanda pada 22 Agustus 1914. Dalam anggaran dasar yang pertama itu, tanggal resmi diajukan adalah tanggal Miladiah yaitu 18 November 1912. Nama “Muhammadiyah” dan tempatnya di “Yogyakarta”. Sedangkan maksud dan tujuan yang pertama adalah :

1.Menyebarkan pengajaran agama kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada penduduk bumi putra dalam residensi Yogyakarta.

2.Memajukan hal agama kepada anggota-anggotanya

Terdapat kata menarik, bahwa kata “memajukan” (sejak tahun 1914 ditambah dengan kata “menggembirakan”) dalam asal maksud dan tujuan Muhammadiyah merupakan kata kunci yang selalu dicantumkan dalam anggaran dasar Muhamadiyah pada periode Kyai Dahlan hingga tahun 1946 (Yaitu anggaran besar tahun 1912, tahun 1914, tahun 1921, Tahun 1931, tahun, 1941) Pada anggaran dasar tahun 1914, maksud persyarikatan ini adalah :

  1. Memajukan dan menggembirakan pengajaran dan pelajaran agama di Hindia Nederland.
  2. Memajukan dan menggembirakan kehidupan (cara hidup) sepanjang kemauan agama Islam Lid-Lidnya

Dalam pandangan Djarnawi Hadikusuma, kata-kata yang sederhana tersebut mengandung arti yang sangat dalam dan luas. Yaitu, ketika umat Islam  sedang dalam kelemahan dan kemunduran akibat tidak mengerti kepada ajaran Islam yang sesungguhnya, maka Muhammadiyah mengungkap dan mengetengahkan ajaran Islam yang murni itu, serta menganjurkan kepada umat Islam pada umumnya untuk mempelajarinya, dan kepada para ulama untuk mengajarkannya, dalam suasana yang maju dan mengembirakan.

Pada AD tahun 1946 itulah pencantuman tanggal Hijriah (8 Dzulhijah 1330) mulai diperkenalkan. Perubahan penting juga terdapat pada AD Muhammadiyah tahum 1959, yakni dengan untuk pertama kalinya  Muhammadiyah mencantumkan “asas Islam” dalam Pasal 2 Bab II , dengan kalimat “Persyarikatan berasaskan Islam”. Jika didaftar, maka hingga tahun 2005 setelah muktamar ke 45 di Malang, telah tersusun 15 kali Anggaran Dasar Muhammadiyah yakni berturut-turut tahun 1912, 1914, 1921, 1934, 1941, 1943, 1946, 1950 (Dua kali pengesahan) 1959, 1966, 1968, 1985, 2000, dan 2005. Asas Islam pernah dihilangkan dan formulasi tujuan Muhammadiyah juga mengalami perubahan pada tahun 1985 karena paksaan dari pemerintah orde baru dengan keluarnya UU tentang keormasan tahun 1985. Asas Islam diganti dengan asas Pancasila, dan tujuan Muhammadiyah berubah menjadi “maksud dan tujuan persyarikatan adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT” Asas Islam dan tujuan dikembalikan ke “Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya” dalam AD Muhammadiyah hasil Muktamar ke-44 tahun 2000 di Jakarta. Sehingga, rumusan dan maksud tujuan Muhammadiyah sekarang ini sama persis dengan rumusan yang dihasilkan pada muktamar ke-34  di Yogyakarta yaitu : Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

  1. C.    Struktur Organisasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono

Pada dasarnya struktur organisasi pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono  dibagi menjadi 6, yaitu ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, sekretaris, bendahara dan anggota. Anggota-anggotanya terdiri dari  beberapa ketua majlis yang ada di persyarikatan Muhammadiyah. Antara lain majlis tablig dan dakwah khusus, majlis dikdasmen, majlis kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, majlis wakaf dan ZIS (zakat, infaq, sodakoh), majlis ekonomi dan kewirausahaan, majlis  pendidikan kader, dan lembaga hikmah. Majlis sendiri adalah unsur pembantu pimpinan yang diserahi tugas sebagai penyelenggara usaha persyarikatan. Majlis dibentuk oleh pimpinan pusat, pimpinan daerah, dan pimpinan cabang, sesuai dengan kebutuhan masing-masing tingkat pimpinan (AD Muhammadiyah Bab V Pasal 15 ayat 1-2).

Berikut susunan personalia pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono  periode 2006-2011

  1. Ketua                   : Achmad Sya’roni, NBM : 586 034
  1. Wakil Ketua I    : Sudjud MC
  2. Wakil Ketua II  : Abdul Mukti, S.Pd
  3. Sekretaris           : Zaenal Muttaqim, NBM : 862 384
  1. Bendahara         : Miftachul Ulum
  2. Anggota              :
  • H. Sumadi Ahmad (Ketua majlis tablig dan dakwah khusus)
  • Subekti (Ketua majlis dikdasmen)
  • Makmum ( ketua Majlis kesehatan dan kesejahteraan masyarakat)
  • Dwi Sulistyanto    ( Ketua majlis wakaf dan zis)
  • H. Supriyadi ( Ketua majlis ekonomi dan kewirausahaan)
  • Siswanto, S.Pd      ( Ketua majlis pendidikan kader)
  • H. Afandi ( Ketua lembaga hikmah)

D.    Program Kerja Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono

Program Muhammadiyah adalah perwujudan dari upaya seluruh pimpinan dan warga persyarikatan serta seluruh amal usahanya untuk mencapai tujuan Muhammadiyah. Program juga merupakan langkah-langkah berencana dan berkesinambungan dalam rangka merealisasikan misi Muhammadiyah, baik sebagai gerakan Islam amar makruf nahi munkar, sebagai komponen bangsa Indonesia, maupun sebagai bagian dari dunia Islam. Secara khusus program merupakan penjabaran dari Tujuh Belas usaha Persyarikatan sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar Muhammadiyah. Dengan demikian program disusun selain berpedoman pada acuan dasar  organisasi juga pada realitas permasalahan yang dihadapi umat, bangsa, dan dunia Islam pada umumnya.

Persesuaian Dengan Tujuan Pogram Jangka Panjang

Program cabang Muhammadiyah 2006-2011 ini merupakan salah satu upaya  untuk mencapai program  Muhammadiyah jangka panjang 20 tahun yang telah ditetapkan  pada muktamar ke 45 di Malang. Program Muhammadiyah jangka panjang 20 tahun (2005-2025) adalah suatu tahapan pencapaian  tujuan Persyarikatan  itu sendiri, yaitu menegakkan dan menjunjung  tinggi agama Islam  sehingga terwujud  masyarakat sebenar-benarnya. Secara spesifik rumusan tujuan jangka panjang adalah : Tumbuhnya kondisi dan faktor-faktor pendukung bagi perwujudan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang ditandai dengan :

  1. Terbinanya kesadaran masyarakat akan keutamaan kehidupan Islami, yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat (khasanah fiddun-ya wal akhirat) yang ditunjukkan oleh tanggung jawab dan upaya nyata masyarakat dan bangsa bagi terwujudnya kehidupan tersebut.
  2. Terbinanya ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang kondusif bagi tumbuh kembangnya masyarakat islami di Indonesia, yang tercermin dengan berkembangnya kapasitas sosial masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka secara mandiri dalam berbagai aspek.
  3. Terbinanya sistem pratana sosial dan negara dan negara yang menjamin serta mendorong terwujudnya kehidupan bangsa dan negara yang maju, sejahtera dan berkeadilan di bawah nauangan ridlo Allah SWT (baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur).
  4. berkembangnya tata kehidupan global yang berkeadilan dan bermartabat, serta semakin proporsionalnya  peran dan tanggung jawab umat Islam (dunia Islam) diantara komunitas dunia lain.

Landasan Pijakan Perumusan Program

Program Cabang Muhammadiyah Tersono 2006-2011 berpijak pada nilai-nilai yang juga merupakan pijakan Program Muhammadiyah jangka panjang. Yaitu nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan keberadaan Muhammadiyah yang meliputi :

  1. Al-Qur’an dan As-Sunnah Al-Maqbulah
  2. Nilai-nilai dasar persyarikatan
    1. Tafsir Mukaddimah Anggaran Dasar
    2. Kepribadian Muhammadiyah
    3. Khittab perjuangan Muhammadiyah
    4. Matan keyakinan dan cita-cita Muhammadiyah
    5. Pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah
    6. Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
    7. Usaha-usaha persyarikatan.

Prinsip Penyusunan Program

Sesuai dengan program Muhammadiyah jangka panjang yang telah dirumuskan pada saat mukatamar ke-45 di Malang, maka program Cabang Muhammadiyah Tersono, dirumuskan dan dilaksanakan dengan berpedoman prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Prinsip Ketauhidan : Maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan perwujudan dari iman, tauhid dan ibadah kepada Allah
  2. Prinsip Kerahmatan : Maksudnya program Muhammadiyah hendaknya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kerahmatan ajaran islam.
  3. Prinsip Kekhalifahan : Maksudnya program Muhammadiyah  hendaknya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kekhalifahan umat Islam dalam mengelola kehisupan.
  4. Prinsip Kerisalahan : Maksud program Muhammadiyah hendakanya merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari fungsi kerisalahan umat islam yaitu dakwaf amar makruf nahi munkar dalam arti yang luas.
  5. Prinsip kemaslahatan : maksudnya program Muhammadiyah hendaknya memperhatikan kemaslahatan umum.
  6. Prinsip rasionalitas dan Keilmuan : maksud program Muhammadiyah direncanakan dan dilaksanakan secara rasional dengan memperhatikan dan memanfaatkan secara  proporsional ilmu pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan.
  7. Prinsip Kreatifitas Lokal dan Desentralisasi Proporsional : maksud perencanaan dan pelaksanaan program Muhammadiyah ditiap tingkatan Pimpinan serta organisasi otonom dan amal usaha, disamping mengacu pada Program Nasional Muhammadiyah, hendaknya disusun dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan permasalaha dan potensi sumber daya lokal, dengan mamadukan secara seimbang dan proporsional antara pendekatan sentralistik (top-down) dan pendekatan desentralistik (button down).
  8. Prinsip Fleksibilitas, Efektifitas dan efisiensi : maksudnya pelaksanaan program Muhammadiyah hendakanya fleksibel, tepat sasaran dan memanfaatkan sumber daya dengan efisien.

Gambaran Umum Program

Program Cabang Muhammadiyah Tersono 2006-2011 merupakan penjabaran Program jangka panjang untuk lima tahun pertama untuk masa berlakunya program jangka panjang. Dengan demikian, Program Cabang Muhammadiyah 2006-2011 disesuaikan dengan penahapan Program sebagaimana dicantumkan dalam program jangka panjang.

Sebagai program kerja lima tahunan, Program Cabang Muhammadiyah 2006-2011 menitik beratkan pada tiga hal utama, yaitu penguatan organisasi, pemantapan perencanaan, dan pengembangan konsistensi dan kesungguhan seluruh jajaran. Persyarikatan untuk menjabarkan dan merealisasikan program kerja. Hal ini berarti untuk jangka lima tahun  2006-2011, penguatan organisasi yang diiringi dengan pemantapan perencanaan seyogyanya menjadi langkah strategis utama dan pertama yang dilaksanakan seluruh jajaran persyarikatan. Dengan begitu ada jaminan realisasi program kerja akan dapat berjalan secara baik.

Prinsip-prinsip yang mendasari penyusunan program sebagaimana disebutkan diatas, yaitu ketauhidan, kerahmatan, kekhalifahan, kerisalahan, kemaslahatan, nasionalitas dan keilmuan, kreatifitas dan efisiensi tentu saja menjadi prnsip pokok dalam pengembangan Program Cabang Muhammadiyah 2006-2011. Prinsip-prinsip ini seyogyanya tetap dipegang ketika seluruh jajaran persyarikatan merumuskan program kerja sebagai penjabaran dari Program Cabang ini.

Tujuan Program

Terbagunnya sistem organisasi yang dinamis, efektif, dan efisien, serta produktif sehingga dapat menguatkan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.

Prioritas

Untuk jangka lima tahun kedepan, beberapa prioritas menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan gerak langkah persyarikatan.

Urutan prioritas dirumuskan sebagai berikut :

1)      Penguatan organisasi disemua lini termasuk ranting, dengan memberi prioritas bagi penguatan kinerja pimpinan, pemantapan manajemen serta perluasan jaringan organisasi.

2)      Peningkatan kualitas lembaga dan amal usaha Muhammadiyah, sehinga persyarikatan berfungsi optimal sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar.

3)      Pengembangan tajdid di bidang tarjih dan pemikiran islam secara intensif dengan menguatkan kembali rumusan-rumusan seperti tauhid sosial, serta gagasan operasional seperti dakwah jama’ah, dengan tetap memperhatikan prinsip dasar  organisasi dan nilai islam yang hidup dan menggerakan.

4)      Peningkatan peran serta Persyarikatan dalam penguatan masyarakat, termasuk advokasi  terhadap kebijakan publik  yang menyangkut harkat hidup rakyat banyak.

5)      Pengembangan kaderisasi baik dalam peningkatan kualitas kader, pimpinan dan nggota sebagai pelaku gerakan.

6)      Peningkatan peran Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara serta percaturan global sesuai dengan misi dan prinsip geraknya.

Program Umum

Program cabang Muhammadiyah 2006-2011 yang bersifat umum meliputi:

  1. Peningkatan tertib administrasi persyarikatan
  2. Peningkatan kualitas kepemimpinan
  3. Peningkatan konsolidasi dengan ortom
  4. Peningkatan konsolidasi dengan PRM
  5. Peningkatan konsolidasi dengan PDM
  6. Pembinaan amal usaha Muhammadiyah
  7. Peningkatan kajian keislaman dan kemuhammadiyahan
  8. Peningkatan kualitas pelaksanaan dakwah
  9. Peningkatan kualitas Perguruan Muhamadiyah
  10. Pengembangan ekonomi warga Muhammadiyah
  11. Pendayagunaan wakaf dan aset Muhammadiyah
  12. Perintisan amal uasah bidang kesehatan
  13. Pembinaan kader persyarikatan
  14. Peningkatan partisipasi dan wawasan kebijakan publik
  15. Peningkatan pengelolaan ZIS
  16. Pembentukan ranting di desa yang belum ada ranting Muhammadiyahnya
  17. Bidang Tablig dan Kehidupan Islami
    1. Menyusun peta dakwah
    2. Peningkatan efektivitas lembaga dakwah
    3. Pembinaan mubalig dengan membentuk jaringan Korp Mubaligh
    4. Mengoptimalkan fungsi Masjid dan Musholla untuk kegiatan dakwah.
    5. Menggembirakan pengajian pada ranting-ranting.
    6. Menyusun naskah khotbah dan buletin dakwah.
    7. Menyelenggarakan pelatihan dakwah lewat berbagai media.
    8. Bidang Pendidikan
      1. Peningkatan kualitas Perguruan Muhammadiyah
      2. Pengembangan sekolah Dasar Muhammadiyah
      3. Pengembangan jaringan dan kerjasama antar perguruan Muhammadiyah
      4. Pembinaan hubungan dengan dunia kerja
      5. Pembinaan hubungan dengan orang tua siswa
      6. Pengiriman utusan ke rakerwil / pertemuan pendidikan tingkat wilayah
      7. Pengembangan tapak suci sebagai kegiatan  ekstra kurikuler di sekolah Muhammadiyah.
      8.  Bidang Pengembangan Kader
        1. Penyelenggaraan latihan pengkaderan dan pembekalan kepada para pimpinan Muhamadiyah
        2. Pembentukan profil dan jaringangan kader
        3. Pembinaan dan pendayagunaan AMM
        4. Pendirian Hizbul Wathon Cabang
        5. Mengoptimalkan perguruan Muhammadiyah sebagai wadah pencetak kader persyarikatan.
        6. Bidang Kesehatan, Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat
          1. Melakukan perintisan amal usaha di bidang kesehatan
          2. Pengembangan gerakan orang tua asuh
          3. Bidang Ekonomi Wakaf dan Zis
            1. Melakukan kajian pengembangan BUMM
            2. Pembinaan BMT dan atau BTM
            3. Menyelenggarakan pelatihan kewiraswastaan
            4. Membentuk jaringan pengusaha Muhammadiyah
            5. Pendataan tanah wakaf dan aset Muhamadiyah
            6. Penyelenggaraan kajian pendayagunaan aset.
            7. Peningkatan kinerja lazis profesionalisme pengelolas ZIS
            8. Bidang Konsolidasi Organisasi
              1. Meningkatkan peran persyarikatan sebagai sumber inspirasi dan rujukan bagi warga dan umat.
              2. Membangun kinerja organisasi yang efektif dan efisien serta akuntabel dengan memfungsikan seluruh jajaran organisasi, sehingga persyarikatan menjadi organisasi yang hidup dan bergerak maju serta mengarah pada terwujudnya “Good Organization Goverwmance”.
              3. Memberi perhatian yang serius terhadap pengembangan ranting.
              4. Melaksanakan tertib administrasi persyarikatan
              5. Menyelenggarakan turba ke ranting
              6. Meningkatkan kolegalitas pimpinan
              7. Meningkatkan komunikasi dengan secara vertikal, horisontal maupun ke bawah (ranting).
              8. Bidang Pustaka dan Informasi
                1. Merintis berdirinya perpustakaan Muhammadiyah
                2. Mendorong warga untuk berlangganan majalah Suara Muhammadiyah
                3. Mengupayakan tersedianya gedung dakwah yang dilengkapi dengan mebelair yang memadai.
                4. Memanfaatkan sarana teknologi informasi untuk peningkatan kualitas dakwah.
                5. Menyusun buku sejarah /profil Muhammadiyah cabang Tersono.
                6. Bidang Seni dan Budya
                  1. Mengambangkan kelompok-kelompok kesenian lingkungan warga persyarikatan
                  2. Mengoptimalkan keberadaan Marching Band AAM Cabang Tersono.
                  3. Bidang Ukhuwah dan Kerjasama
                    1. Membangun suasana persaudaraan di lingkungan persyarikatan dengan mengefektifkan forum pengajian dan silaturahmi.
                    2. Membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang saling menguntungkan.
                    3. Mengambangkan sikap terbuka dan sikap-sikap yang termasuk akhlaqul karimah bagi warga persyarikatan, sehingga masyaraklat luas memiliki kesan dan citra positif terhadap warga persyarikatan.

E.     Pelaksanaan Program Kerja Tiap Majlis dan Kendala-Kendalanya
Program Kerja Per Bidang

Dalam pelaksanaan program kerja pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono, tiap majlis memiliki tanggung jawab dan tugas masing-masing. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono memiliki beberapa Majlis yang dibentuk dan terdiri atas :

  1. Majlis tablig dan dakwah khusus
  2. Majlis Dikdasmen
  3. Majlis kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
  4. Majlis wakaf dan ZIS
  5. Majlis ekonomi dan kewirausahaan.
  6. Majlis pendidikan kader

Disamping majlis yang dibentuk diseluruh tingkatan kepemimpinan, terdapat lembaga yang hanya dapat dibentuk sesuai dengan persetujuan pimpinan daerah diatasnya, sesuai dengan AD Muhammadiyah pasal 16. Sedangkan pada pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono hanya terdapat satu lembaga yaitu lembaga Hikmah. Lembaga Hikmah dibentuk sebagai lembaga yang bertugas untuk melakukan kajian-kajian strategis dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar Muhammadiyah dalam konteks perkembangan politik nasional baik politik kepartaian baik politik kenegaraan..

Beberapa kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program kerja

  1. Majlis tablig dan Dakwah Khusus

Pada majlis tablig dan dakwah khusus, dalam pelaksanaannya menghadapi suatu kendala yang berhubungan dengan pengurusnya. Banyak dari pengurus yang ditugasi adalah berasal dari kalangan pegawai negeri sipil. Hal ini menyebabkan pada saat pelaksanaan program kerja, anggotanya tidak dapat hadir sepenuhnya (100%). Karena pada saat rapat kerja anggota/pengurusnya  sedang melaksanakan tugas dari masing-masing instansi yang mempekerjakan

  1. Majlis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen)

Kendala yang dihadapi oleh Majlis Dikdasmen pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono adalah belum dijadikannya tenaga kependidikan Muhammadiyah sebagai pegawai tetap Muhammadiyah. Hal ini menyebabkan banyak dari tenaga kependidikan beralih meninggalkan tanggung jawabnya karena diterima pada saat pelaksanaan tes pegawai negeri sipil. Mereka lebih memilih menjadi PNS, dibanding  bekerja mengabdi di sekolah-sekolah  Muhammadiyah. Selain itu juga belum ketersediaannya tenaga kependidikan yang sesuai  dengan jurusan yang berasal dari anggota Muhammadiyah. Sehingga banyak orang dari luar Muhammadiyah yang dijadikan sebagai tenaga kependidikan.

  1. Majlis Pendidikan Kader

Kendala yang dihadapi oleh majlis pendidikan kader adalah secara skala, banyak dari pemuda-pemudanya tertarik pada  pekerjaan di instansi lain dibandingkan bekerja di instansi Muhammadiyah. Kendala lain yang dihadapi adalah pada saat reorganisasi, anggotanya tidak dapat menghadiri acara tersebut karena keluar kota.

  1. Majlis Ekonomi dan Kewirausahaan

Kemdala yang dihadadpi oleh majlis ekonomi  dan kewirausahaan adalah  belum semua dari warga Muhammadiyah yang dapat percaya dengan lembaga keuangan yang ada.

  1. Majlis Wakaf dan ZIS

Dalam pelaksanaannya program kerja majlis wakaf pimpinan Cabang Muhammdiyah Tersono sudah bagus. Dengan adanya pembelian tanah yang dilakukan secara lelang untuk didirikan SMP Muhammadiyah sudah menjadi suatu bukti bahwa majlis wakaf dan ZIS sudah dapat menjalankan tugas dan kewajibannya. Namun dalam pelaksanaannya majlis wakaf dan ZIS tetap mempunyai kendala antara lain, belum semua unit pelaksana zakat masing-masing ranting bisa melaporkan ke pimpinan cabang  dengan alasan masih dikelola. Ranting yang memiliki amal usaha sendiri, menyebabkan ranting belum dapat melaporkan unit pelaksanaan zakat pada pimpinan cabang.

  1. Majlis kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Yang menjadi kendala di majlis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat adalah belum tercukupnya sumbangan yang diberikan kepada Ibnu Sabil dan Sabilillah. Terutama anak-anak asuh. Misalnya saja dalam suatu SMA yang terdiri dari 150 siswa hampir dari 40 siswanya memperoleh sumbangan dari sekolah. Sehingga hal ini sering menyebabkan defisit anggaran. Dalam bidang kesehatan kendala yang sering dihadapi adalah belum ketersediaannya sumber daya manusia yang siap sedia untuk menangani amal usaha Muhammadiyah (Rumah sakit)

Solusi yang pernah dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala di tiap majlis.

  1. MajlisDikdasmen

Menghadapi kendala yang dihadapi oleh Majlis Dikdasmen mengenai masalah tenaga kependidikan, pada saat terdapat pengangkatan pegawai negeri sipil, pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono sudah menyiapkan pengganti dengan melakukan seleksi pada anggota-anggota Muhammadiyah yang mendaftar.

  1. Mejlis Ekonomi dan Kewirausahaan

Kurangnya percaya warga Muhammadiyah dengan lembaga keuangan yang ada, mendorong majlis ekonomi dan kewirausahaan untuk mendirikan bank muamalat.

  1. Majlis Wakaf dan ZIS

Solusi yang pernah dilakukan majlis wakaf dan ZIS menanggapi kendala yang ada adalah dengan meminta laporan dari pimpinan masing-masing ranting cabang Muhammdiyah  Tersono.

  1. Majlis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Kegiatan yang dilakukan oleh Majlis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat adalah mencari para donatur untuk memberikan sumbangsihnya  untuk membantu kaum Ibnu Sabil dan Sabilillah. Hal-hal ini dilakukan untuk menghadapi kendala pada saat mengalami defisit anggaran. Sedangkan di bidang kesehatan, banyak dilakukannya pemberian info-info tentang lowongan pekerjan sebagai tenaga medis/kesehatan dengan syarat harus mempunyai kartu anggota Muhammadiyah.

 BAB III

KESIMPULAN

  1. Muhamadiyah adalah suatu persyarikatan yang merupakan gerakan Islam yang maksud dari gerakannya adalah dakwah Islam dan amar mafruf nahi munkar.
  2. Maksud dan Tujuan dari persyarikatan  Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi  agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
  3. Struktur pimpinan cabang Muhammadiyah Tersono pada umumnya terdiri dari ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, sekretaris, bendahara,  dan anggota-anggota yang terdiri dari beberapa  majlis.
  4. Program kerja pimpinan cabang Muhammadiyah  Tersono dibuat berdasarkan prinsip-prinsip yang sesuai dengan program Muhammadiyah jangka panjang yang telah dirumuskan pada mukatamar ke-45 di Malang.
  5. Dalam pelaksanaan program kerja, tiap majlis di pimpinan cabang Muhamadiyah mengalami beberapa kendala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s